Bobby Nasution Gandeng Tarekat Naqsabandiyah untuk Perangi Narkoba, Tasawuf Turun Gunung di Sumut
1 min read

Bobby Nasution Gandeng Tarekat Naqsabandiyah untuk Perangi Narkoba, Tasawuf Turun Gunung di Sumut

MIMBAR UMUM | Deli Serdang

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution punya strategi baru untuk menghadang peredaran narkoba di wilayahnya.

Strategi itu bukan sekadar operasi gabungan atau penindakan aparat, melainkan melibatkan kekuatan lain yang sudah lama bekerja di wilayah sunyi: Tarekat Naqsabandiyah.

Hal tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Zikir Akbar Nasional Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI) di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Minggu (23/11/2025).

Menurutnya, peran tarekat penting untuk memperkuat ketahanan moral masyarakat, terutama anak muda yang jadi sasaran empuk narkoba.

“Bukan hanya mengatasi masuknya narkoba, tapi menanamkan akhlak dan iman yang baik. Supaya anak-anak kita kalau ditawari, ya otomatis menolak,” katanya.

Bobby juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Ia meminta seluruh elemen—pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat—bergandengan tangan menyelesaikan masalah ini.

Ia sekaligus mengungkapkan keinginan pemerintah daerah untuk menjadi bagian dari gerakan tarekat tersebut.

Di hadapan ribuan jamaah, Bobby turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Zikir Akbar Nasional di Sumut.

Menurutnya, kegiatan ini memberi angin sejuk bagi masyarakat dan daerah.

“Terima kasih atas doa dan zikir untuk Sumut dan bangsa. Mudah-mudahan persoalan di Sumut dimudahkan,” ujarnya.

Dukungan terhadap pendekatan tasawuf juga datang dari Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Ia menyebut tasawuf bisa menjadi metode yang efektif untuk menangani persoalan sosial seperti narkoba hingga premanisme. “Serahkan pada tasawuf untuk menjinakkan warga yang narkoba. Jangankan narkoba, preman pun bisa sadar,” katanya, sembari berharap Naqsabandiyah diberi ruang lebih luas berkembang di Sumut.

Acara zikir akbar tersebut turut dihadiri Pengasuh Tertinggi PPITTNI Syekh Muhammad Ali Idris, Bupati Batubara Baharudin Siagian, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, serta jamaah Naqsabandiyah dari seluruh Indonesia, termasuk peserta dari Cina dan Rusia.(hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *